Sabtu, 12 Mei 2012

Sepak Bola si Perusak Hubungan Asmara

 
Betapa menyebalkan saat si dia lebih memilih menonton pertandingan sepak bola dibandingkan menemani Anda ngobrol. Saat Anda ingin si dia ada di samping Anda, dia justru membatalkan janji bertemu dan terpaku menatap layar karena tim kesayangannya sedang bertanding. Anda mungkin berbaik hati menemani si dia menonton (walaupun Anda tidak mengerti sama sekali tentang sepak bola atau apapun itu di dalam layar). Tetapi yang terjadi.. kehadiran Anda seolah invisible selama pertandingan berlangsung.

Oke, jika Anda mengangguk, you're not alone, darling. Menurut Josh Klapow, Ph.D seorang psikologis dari University of Alabama, bagi sebagian orang, menyaksikan pertandingan sepak bola dapat menjadi sebuah obsesi. "Menonton pertandingan olahraga seperti menyediakan jalan keluar bagi banyak orang, memungkinkan mereka untuk menghindari pikiran tentang masalah atau perasaan yang tidak ingin mereka menghadapi. Tapi semakin lama berkutat (dengan tayangan olahraga), semakin kuat hal itu dapat merusak sebuah hubungan," ujar Klapow.

Masih menurut sang psikologis, mereka yang telah terobsesi dengan tayangan atau pertandingan olahraga tidak hanya menghabiskan waktu untuk menonton jalannya pertandingan, tetapi juga membangun fantasi yang dapat merusak segala hal pada kehidupan sehari-hari mereka. Seolah pertandingan olahraga di atas segalanya. Obsesi pada tayangan olahraga ini sama seperti kecanduan pada judi, minuman beralkohol, video games dan lain sebagainya.

Sebelum hal ini merusak hubungan asmara Anda, perhatikan bagaimana tingkah laku si dia tentang tim kesayangan atau saat menonton pertandingan. Waspadai sinyal ini:

- Dia memikirkan sepak bola (dan olahraga apapun saat sedang melakukan pekerjaan lain.

- Marah atau merasa sangat terganggu saat ada yang mengganggu jalannya pertandingan.

- Meninggalkan waktu bersama keluarga atau hal-hal penting demi menyaksikan tayangan pertandingan.

- Menjadi depresi, marah atau melakukan tindak kekerasan saat mengetahui tim kesayangan kalah di pertandingan.

Jika si dia masuk zona berbahaya dengan ciri-ciri di atas, Anda bisa menolongnya dengan cara:

- Catat berapa lama waktu yang dia habiskan untuk menonton, memikirkan, membaca berita dan membicarakan tim kesayangan selama satu minggu. Dia dan Anda akan terheran-heran dengan banyaknya waktu yang terbuang.

- Ingatkan dia bahwa ada banyak acara yang tidak boleh ditinggalkan, misalnya pertemuan keluarga, pesta ulang tahun sahabat, dan lain sebagainya.

- Habiskan waktu lebih banyak bersama si dia dalam lingkaran keluarga atau teman-teman. Yakinkan bahwa ada banyak hal yang lebih penting dalam hidupnya selain menonton pertandingan sepak bola.

- Jika sudah tidak tertolong, minta bantuan terapi kesehatan mental untuk mengurangi kebiasaan tersebut. (vem/wsw)

Tidak ada komentar: